Dian Sastro b’baGi 4 haL!!!

DianNgobrol sama GADIS Sampul 1998 ini nggak pernah ada matinya! "Jangan pernah takut buat mencoba dan punya target, yakin bahwa kita pasti bisa! Kalau memang mau berusaha, pasti kita bisa dapat apa yang kita impikan," pesan bijak Dian Sastrowardoyo sewaktu berbagi soal kesuksesan yang diraihnya. Dan kali ini, Dian berbagi empat  hal untuk kita semua.

Dian dan Film
Aku baru selesai syuting. Tapi, tentang apa dan judulnya apa, kayaknya sih belum banyak yang bisa diceritain. Bisa-bisa akan menggagalkan proses marketing film itu sendiri.
Aku bukan pemeran utama di film ini, tapi peran yang aku dapat menantang dan menarik banget. Kayaknya sih, akan bikin banyak orang terbelalak. Soalnya, sepertinya imej orang tentang aku tuh, tetap aja anak SMA yang bernama Cinta itu. Pastinya, mereka akan sangat kaget melihat aku tampil seperti itu.
Dan sekarang aku dan teman-temanku sedang mulai memproduksi sebuah film. Dengan kata lain, kami pelan-pelan berubah posisi, dari pemain sampai mulai memproduksi. Jadi, ditunggu saja.

Dian dan Perubahan
Dian sepuluh tahun yang lalu dengan Dian yang sekarang beda banget. Sepuluh tahun yang lalu, aku tetap melihat ini sebagai suatu kebetulan dan go with the flow ajalah. Kalau sekarang, aku melihat semua ini adalah sebuah blessing.
Sekarang aku lebih mengerti tentang banyak hal, lebih bijak dalam membawa diri, bisa membedakan antara bisnis dan teman. Ternyata,  keduanya memang nggak bisa dicampur. Semua pendewasaan ini aku dapat  lewat pengalaman, bukan dari baca buku atau dengar pengalaman orang lain. Itu artinya, aku sendiri yang mengajari diriku. Dan dari pengalaman gagal, aku malah lebih banyak belajar. Jadi, dengan pernah jelek itu, aku jadi semakin bagus, kan?

Dian dan Sekolah
Aku pengin banget mengambil S2. Dan ada beberapa bidang yang aku  naksir banget, yaitu cultural studies-bentuk filsafat post-modern-dan  finance. Ke depan, aku dan tim pengin banget membangun sebuah perusahan sendiri. Yaitu, perusahaan public relation. Dan untuk memimpin sebuah perusahaan sendiri, pasti kita memerlukan banyak sekali yang pengetahuan praktikal. Makanya, aku pengin mengambil MBA, supaya tahu bagaimana cara mengelola sebuah perusahaan, membaca pasar, dan lain-lain. Tapi, kalau harus memilih salah satu, aku memilih bisnis. Untuk filsafat akan aku ambil di S3. Karena filsafat itu lebih abstrak, teori dan cocok untuk akademi. Aku melihat ada sisi akademisi dalam diriku, tapi di sisi lain aku juga adalah bussiness woman. Jadi, aku akan kerja dulu dan setelah bisnisku sudah bisa berjalan sendiri baru aku balik ke akademisi.
Filsafat sepertinya akan menjadi sesuatu yang akan terus aku geluti, karena itu passion- ku.

Dian dan Indonesia
Kadang-kadang aku pikir, kita sebagai generasi muda suka nggak ada rasa belonging-nya sama Indonesia. Kita berpikir kalau Indonesia adalah mereka yang berada di pemerintahan atau yang memakai baju safari. Padahal, itu salah banget! Indonesia itu kita. Dan karena diri kita adalah Indonesia, artinya harus membawa  "diri" kita itu ke arah yang lebih baik. Caranya adalah menjadi yang paling baik dari yang kita bisa dalam bidang masing-masing. Dan kitalah masa depan, bukan bapak atau ibu kita yang sebentar lagi mau pensiun.
Aku percaya bahwa tahun-tahun ke depan Indonesia akan menyadari betapa hebat dirinya. Dan Indonesia akan menjadi bangsa yang terdepan, termasuk bangsa paling canggih dan berhasil di dunia ini.

Leave a Reply