TiPs sHOpPing asiK

June 15th, 2008 by not-larasati

Temand_saiankMau belanja di pasar, mal, bahkan sampai ke luar negeri pun ada triknya sendiri, lho. Jangan sampai kita terlihat "buta" dan jadi sasaran empuk para pedagang yang ingin barang dagangannya laku.

Pintar di Pasar
Kalau liburan mengunjungi daerah lain, pastikan kita menyempatkan diri mengunjungi pasar yang jadi salah satu tujuan wisata di sana. Tapi, gimana caranya ya biar kita bisa aman nyaman di dalamnya?
- Usahakan kita nggak pergi seorang diri, ajak orang lain yang sudah tahu seluk beluk pasar itu.

- Jangan gunakan pakaian yang mencolok. Pakailah baju-baju yang agak tertutup dan nggak mencolok, seperti kaos dan jins untuk menghindari pandangan mata dan tangan-tangan jahil.
- Jangan takut untuk menawar. Biasanya sih, kita bisa menawar sampai 50% di bawah harga aslinya. Pokoknya, jangan lewatkan kesempatan belanja murah, karena memang itu salah satu keunggulan kita belanja di pasar. Ssstt, kita juga bisa menawar pakai bahasa daerah di mana kita berada, lho. 
- Siapkan uang dalam bentuk pecahan-pecahan kecil untuk mempermudahkan transaksi pembelian. Kalau uang yang kita pakai terlalu besar, hal itu malah jadi alasan si penjual untuk nggak menurunkan harganya.
- Pastikan kita menyimpan dompet di tempat yang aman biar nggak jadi sasaran para pencopet. Ada baiknya juga kita membagi uang kita dan menyimpannya di beberapa tempat yang berbeda. Tujuannya adalah supaya kita tetap mempunyai uang cadangan apabila terjadi sesuatu.

Ahli Sale di Mal
Kalau di pasar kita harus berhati-hati agak nggak jadi korban pencopetan, belanja di mal lain lagi. Di sini kita harus berhati-hati supaya nggak jadi korban sale yang terlihat menggiurkan. Karena bisa saja promo diskon itu menipu. Wah,harus hati-hati nih…!
- Saat melihat tulisan sale, jangan langsung tergiur begitu saja. Baca dengan teliti penawaran yang berlaku. Misalnya, kita melihat sale dengan tulisan "up to 70%" jangan langsung berpikir kalau semua barang itu didiskon sebesar 70%, bisa jadi hanya berlaku untuk beberapa barang saja.
- Jangan lupa untuk selalu memeriksa dengan teliti kondisi barang yang didiskon. Karena bisa saja barang tersebut dijual murah karena ada cacat di salah satu bagiannya. Cek apakah barang itu kotor, sobek atau mungkin rusak.
- Salah satu keunggulan berbelanja di mal adalah kita bisa mencoba dulu pakaian yang ingin kita beli. Jadi jangan sia-siakan keuntungan ini, supaya kita nggak menyesal setelah membeli barang yang kita suka.
- Kalau ada penawaran khusus untuk kartu kredit yang kita gunakan, jangan lupa juga untuk meneliti segala ketentuan dan syarat yang berlaku. Jangan sampai kita terjebak dan kaget saat membayar.

Nggak Hilang di Negeri Orang
Nah, kalau belanja kali ini adalah pelengkap liburan seru kita, setelah puas foto-foto di objek wisata negara tempat kita berlibur. Ini dia tipnya:
- Identitas kita sebagai turis terlihat terlalu mencolok, ya! Karena biasanya para turis selalu mendapat harga yang jauh lebih mahal dibanding penduduk asli.
- Jangan hanya mencari mal saja, tapi lebih seru lagi kalau berkunjung ke pasar-pasar yang ada di negara tersebut,  seperti Chatuchak di Bangkok dan Stanley Market di Hong Kong. Karena di tempat-tempat inilah kita bisa mendapatkan barang-barang yang unik dan berbeda dengan yang ada di negara kita.
- Ada baiknya mempelajari beberapa kalimat asli negara yang kita kunjungi. Dengan bisa berbahasa asli, walau cuma sepatah dua patah kita, si pedagang akan lebih menghargai kita, dan bisa memberi kita harga yang lebih murah. Jadi, pastikan kita selalu membawa pocket dictionary.
- Jangan lupa untuk selalu membawa peta, supaya kita nggak terlihat seperti anak hilang. Di pasar-pasar yang sangat luas, biasanya tersedia market map di pintu masuk utama.

Selamat berbelanja!

Dian Sastro b’baGi 4 haL!!!

June 15th, 2008 by not-larasati

DianNgobrol sama GADIS Sampul 1998 ini nggak pernah ada matinya! "Jangan pernah takut buat mencoba dan punya target, yakin bahwa kita pasti bisa! Kalau memang mau berusaha, pasti kita bisa dapat apa yang kita impikan," pesan bijak Dian Sastrowardoyo sewaktu berbagi soal kesuksesan yang diraihnya. Dan kali ini, Dian berbagi empat  hal untuk kita semua.

Dian dan Film
Aku baru selesai syuting. Tapi, tentang apa dan judulnya apa, kayaknya sih belum banyak yang bisa diceritain. Bisa-bisa akan menggagalkan proses marketing film itu sendiri.
Aku bukan pemeran utama di film ini, tapi peran yang aku dapat menantang dan menarik banget. Kayaknya sih, akan bikin banyak orang terbelalak. Soalnya, sepertinya imej orang tentang aku tuh, tetap aja anak SMA yang bernama Cinta itu. Pastinya, mereka akan sangat kaget melihat aku tampil seperti itu.
Dan sekarang aku dan teman-temanku sedang mulai memproduksi sebuah film. Dengan kata lain, kami pelan-pelan berubah posisi, dari pemain sampai mulai memproduksi. Jadi, ditunggu saja.

Dian dan Perubahan
Dian sepuluh tahun yang lalu dengan Dian yang sekarang beda banget. Sepuluh tahun yang lalu, aku tetap melihat ini sebagai suatu kebetulan dan go with the flow ajalah. Kalau sekarang, aku melihat semua ini adalah sebuah blessing.
Sekarang aku lebih mengerti tentang banyak hal, lebih bijak dalam membawa diri, bisa membedakan antara bisnis dan teman. Ternyata,  keduanya memang nggak bisa dicampur. Semua pendewasaan ini aku dapat  lewat pengalaman, bukan dari baca buku atau dengar pengalaman orang lain. Itu artinya, aku sendiri yang mengajari diriku. Dan dari pengalaman gagal, aku malah lebih banyak belajar. Jadi, dengan pernah jelek itu, aku jadi semakin bagus, kan?

Dian dan Sekolah
Aku pengin banget mengambil S2. Dan ada beberapa bidang yang aku  naksir banget, yaitu cultural studies-bentuk filsafat post-modern-dan  finance. Ke depan, aku dan tim pengin banget membangun sebuah perusahan sendiri. Yaitu, perusahaan public relation. Dan untuk memimpin sebuah perusahaan sendiri, pasti kita memerlukan banyak sekali yang pengetahuan praktikal. Makanya, aku pengin mengambil MBA, supaya tahu bagaimana cara mengelola sebuah perusahaan, membaca pasar, dan lain-lain. Tapi, kalau harus memilih salah satu, aku memilih bisnis. Untuk filsafat akan aku ambil di S3. Karena filsafat itu lebih abstrak, teori dan cocok untuk akademi. Aku melihat ada sisi akademisi dalam diriku, tapi di sisi lain aku juga adalah bussiness woman. Jadi, aku akan kerja dulu dan setelah bisnisku sudah bisa berjalan sendiri baru aku balik ke akademisi.
Filsafat sepertinya akan menjadi sesuatu yang akan terus aku geluti, karena itu passion- ku.

Dian dan Indonesia
Kadang-kadang aku pikir, kita sebagai generasi muda suka nggak ada rasa belonging-nya sama Indonesia. Kita berpikir kalau Indonesia adalah mereka yang berada di pemerintahan atau yang memakai baju safari. Padahal, itu salah banget! Indonesia itu kita. Dan karena diri kita adalah Indonesia, artinya harus membawa  "diri" kita itu ke arah yang lebih baik. Caranya adalah menjadi yang paling baik dari yang kita bisa dalam bidang masing-masing. Dan kitalah masa depan, bukan bapak atau ibu kita yang sebentar lagi mau pensiun.
Aku percaya bahwa tahun-tahun ke depan Indonesia akan menyadari betapa hebat dirinya. Dan Indonesia akan menjadi bangsa yang terdepan, termasuk bangsa paling canggih dan berhasil di dunia ini.

2 be dewasa?? SiaPa taKut!!!

June 15th, 2008 by not-larasati

Land_5Grow up! Ini adalah salah satu tahap dalam kehidupan yang pasti akan kita alami, atau mungkin saat ini sedang kita alami. Tapi, pernah kebayang nggak sih, gimana seandainya proses pendewasaan kita itu terjadi dalam waktu tiba-tiba? Saat kita masih nyaman berangkat ke sekolah diantar supir, tiba-tiba mama menyuruh kita berangkat sendiri, karena menurut mama kita sudah besar. Atau, saat kita pulang sekolah, mama sudah menitipkan banyak pesan yang isinya tugas-tugas rumah yang harus kita kerjakan. Whaaaa…..

Apa yang sedang terjadi?
Pasti awalnya kita akan terkaget-kaget menghadapi ini semua. Malah mungkin ada sebagian dari kita yang menganggap orang tua nggak sayang lagi, karena sudah nggak mau "membantu" tugas kita sehari-hari. Fasilitas yang nyaman mulai dikurangi, sedangkan tanggung jawab kita makin berbobot.
Kenyataannya, mau nggak mau situasi ini biasa terjadi di sekitar kita. Setiap remaja pasti akan melalui proses pendewasaan ini. Hanya saja, proses ini bisa bermacam-macam wujudnya, ada yang tiba-tiba, ada yang pelan-pelan,  bahkan ada yang terlambat. Gimana pun bentuknya, masa peralihan ini diperlukan oleh remaja untuk belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.
Nah, seandainya orangtua kita memutuskan untuk memilih proses mendidik kita untuk menjadi dewasa secara tiba-tiba, itu bukan berarti mereka nggak sayang lagi. Tapi, mungkin memang kita tipe anak yang nggak bisa "dilepas" secara perlahan. Bisa jadi, itu karena kita punya sifat yang sedikit manja. Jadi jangan keburu bete dengan orangtua,ya?

Ada yang hilang
Selama menjalani proses ini, pasti ada beberapa keistimewaan yang tadinya kita dapat, sekarang jadi  berkurang, misalnya :
- Proteksi dari orangtua. Biasanya ortu aktif melarang kita ini itu, sekarang mereka lebih memberi kebebasan kepada kita untuk menjalankan apa yang kita inginkan. Ingat, proteksi melonggar bukan berarti mereka cuek dengan kita, lho!
- Bantuan dari orang-orang sekitar yang biasanya siap sedia meringankan tugas kita, juga akan dikurangi oleh orangtua.
- Selain itu, berbagai macam fasilitas dari orangtua juga mulai dikurangi, diganti dengan bentuk lain (uang misalnya), yang harus kita atur sendiri.

Ada yang didapat
Sebenarnya kalau kita lihat lebih jeli, ada banyak hal yang bisa membawa keuntungan,kok! Antara lain :
- Dengan berkurangnya proteksi, kita jadi bebas untuk melakukan kegiatan yang kita sukai, tanpa harus menjelaskan panjang lebar kepada orangtua.
- Kita bisa memilih jalan hidup yang akan kita jalan dan membentuk identitas diri kita, tanpa ada campur tangan dari orang lain.
- Fasilitas memang berkurang, tapi sebagai pengganti pasti ortu akan memberikan pegangan lain, seperti uang saku, tabungan, atau mungkin kartu kredit. Jadi kita nggak perlu repot-repot selalu minta uang harian ke ortu.

Biar bisa "akur" dengan situasi ini
Setelah tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, kita jadi bisa menilai kalau apa yang dilakukan oleh orangtua kita adalah salah satu bentuk dari pola didik mereka. Dalam menghadapi situasi ini, sebaiknya kita :
- Tenang, nggak panik, dan menyadari bahwa ini adalah proses yang biasa terjadi pada remaja seusia kita.
- Melihat hal ini sebagai sebuah tantangan dan juga kesempatan untuk menunjukkan kalau kita siap untuk menghadapi situasi ini sekaligus bisa mengukur siapa diri kita sebenarnya.
- Yakin dan pede kalau kita bisa melewati semua ini dengan sebaik mungkin.
- Yang harus diingat juga adalah kita harus bisa mempertanggungjawabkan semua tindakan kita kepada orangtua. Jangan sampai kita menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan.

NGOBROL?? AduH TAKut!!!!!!!!!!!

June 15th, 2008 by not-larasati

AduhPernah punya teman yang selalu ketakutan setiap kali berdekatan dengan anjing? Jangankan menyentuh. Melihat anjing pun sudah membuat dia  gemetar dan keringatan. Kalau sudah begitu, butuh waktu lama baginya untuk bisa menenangkan diri lagi. Sampai-sampai kita, sebagai temannya, dibuat repot dengan keadaannya ini. Kalau punya teman seperti itu, kemungkinan dia mempunyai fobia dengan anjing. Heh? Fobia? Macam apa pula itu?

Kadar Takut Berlebih
Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu hal. Eh, tapi fobia ini berbeda dari rasa takut yang biasa, lho. Menurut Dra. Darmayati Utoyo Lubis PhD, pakar psikologi klinis Universitas Indonesia, batasan antara seseorang yang ketakutan dengan seseorang yang fobia terletak pada kadar ketakutannya. Si pengidap fobia akan mengalami ketakutan yang irasional. Dan karena sifatnya yang sangat subjektif, membuat fobia ini sulit dimengerti bagi sebagian orang.   
Para pengidap fobia ini bisa terlihat dari ciri-ciri kondisi fisik dan psikisnya. Bila ia terlihat gemetar, napasnya tersengal-sengal, detak jantungnya berdebar keras, apalagi tiba-tiba merasa cemas dan panik tanpa alasan yang jelas. Wah, besar kemungkinan dia sedang berhadapan dengan si obyek fobianya.

Gara-gara Fiksasi
Dalam keadaan normal, setiap orang memang memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takut. Tapi, bila seseorang terpapar terus menerus dengan suatu objek, hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi atau keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci. Akhirnya, dia jadi fobia, deh. Misalnya, sewaktu kecil, Jessica terus ditakut-takuti dengan serangga oleh kakaknya yang usil. Akibatnya dia jadi fobia terhadap serangga (entomophobia). Penyebab lainnya, fiksasi ini juga dapat disebabkan karena orang tersebut pernah terjebak dalam suatu keadaan yang ekstrim, seperti trauma ledakan bom, terjebak lift atau tenggelam. Akibat trauma karena pernah terjebak lift,   akhirnya menjadi fobia terhadap tempat sempit (claustrophobia). 
Sesaat, fobia seperti ini memang terkesan sepele. Maksudnya, apa pengaruhnya sih dengan masa depan kita? Padahal sebenarnya fobia ini potensial banget menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. lho. Yup, fobia merupakan salah satu dari berbagai jenis hambatan manusia untuk mencapai kesuksesan dalam hidup atau melakukan segala hal dalam hidup. Misalnya, bagi orang-orang yang mempunyai fobia terbang (aviophobia), bisa-bisa mereka memilih nggak jadi liburan daripada harus memaksakan diri naik pesawat terbang. Rugi banget, kan?

Bisa Hilang, kok
  Jangan keburu khawatir kalau kita mempunyai fobia. Soalnya, hal ini masih bisa ditangani. Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi fobia, antara lain:
- Desensitisasi (Pembiasaan). Walaupun menghindar itu lebih mudah, tapi mengobati si fobia jauh lebih penting. Makanya, salah satu caranya adalah dengan mendekatkan si penderita dengan obyek fobianya sesering mungkin, agar ia terbiasa. Contohnya, kalau dia takut dengan air, sebisa mungkin sering-seringlah mengajaknya bermain air, seperti berenang. Tapi, kalau ternyata dia nggak bisa menghadapinya, jangan dipaksa ya.
- Motivasi. Memberinya suatu motivasi tertentu yang bisa membuatnya mau untuk menghadapi obyek fobia-nya. Misalnya, bilang sama teman kalau kita akan mentraktirnya makan di restoran favoritnya kalau dia mau ikut berenang minggu depan.
- Hipnosa. Si penderita akan dihipnotis agar bisa menghadapi obyek fobia dan bisa melepaskan pikiran-pikiran negatif yang ada di pikirannya mengenai si obyek fobia.  Tapi, teknik penyembuhan yang ini harus dilakukan oleh ahlinya. Jangan sampai salah karena justru bisa berakibat buruk kalau terjadi sesuatu di luar kendali.

CantiK,, D.I.Y Hair

June 13th, 2008 by not-larasati

DiyHari gini, tampil cantik nggak melulu harus mengandalkan salon atau hair stylist ternama. Dengan kreasi tangan sendiri, kamu juga bisa kok tampil cantik dengan rambut ala salon. Cuma dengan bermodalkan jepit hitam kecil, karet dan aksesoris rambut, kamu sudah bisa siap tampil sempurna di siang maupun malam hari. Ikuti step by step-nya, yaaa…

Day:
Siapa bilang acara siang hari nggak perlu tampil cantik? Dua gaya rambut ini cocok banget nih buat hang out atau acara semi formal yang diadakan di siang hari.

Aksesoris: Jepit Pita
Step by Step:
1.Belah rambut bagian belakangmu menjadi dua bagian. Lilit rambut dengan bantuan jari, kemudian ikat.
2.Lilit rambut membentuk lingkaran di bagian tengkuk samping bawah kemudian jepit. Lakukan hal yang sama pada bagian rambut lainnya.
3.Tempelkan jepit rambut pada salah satu bagian rambut yang membentuk lingkaran tadi pada bagian atas.

Aksesoris: Kain Lilit
Step by step:
1.Belah rambut bagian depanmu secara menyamping, ambil rambut bagian depan kiri, kepang kecil, ikat lalu jepit rambut di belakang telinga.
2.Ambil rambut bagian depan kanan (termasuk poni), kepang, ikat lalu jepit rambut di belakang telinga.
3.Ambil rambut bagian belakang secara acak, ikat ke atas lalu jepit.
4.Lilitkan kain di atas kepalamu kemudian ikat membentuk pita.
Night:
Tampil cantik di acara yang diadakan pada malam hari, itu pasti! Dua gaya rambut di bawah  ini bisa bikin kamu bebas bergerak sekaligus tampil beda.

Aksesoris: Jepit Bunga
Step by step:
1.Sisihkan seluruh rambutmu ke bagian kiri. Ambil sedikit rambut dari ujung kanan bawah, lilit lalu ikat. Kalau rambutmu terlalu lemas, semprotkan hairspray terlebih dahulu.
2.Ambil rambut bagian tengah atas, kepang lalu ikat.
3.Ambil rambut bagian depan, kepang, ikat lalu satukan kepangan tengah tadi (step 2) dan kepangan depan dengan rambut bagian bawah (step 1). Ikat lalu tutupi karet dengan rambut.
4.Jepit aksesoris pada rambut yang sudah diikat dan ditutupi oleh rambut tadi.

Aksesoris: Tali Renda
Step by step:
1.Sisihkan sebagian rambutmu ke bagian kiri atas, sisakan sedikit di bagian kiri bawah, ikat pada bagian atas, lilit lalu bentuk rambut menjadi lingkaran kemudian jepit.
2.Ambil sisa rambut lalu catok dengan curling iron.
3.Ambil renda, lalu jepit renda secara acak di bagian lingkaran rambut atas tadi (step 1).

BeLLa - Ananda Putus!!!

June 13th, 2008 by not-larasati

BellaKabar putus Laudya Cynthia Bella dengan pacarnya Ananda Mikola akhirnya dijawab dengan gamblang. “Shock aja, karena aku sih sejauh ini cuma bisa berbuat berhubungan baik dengan Nanda dan siapapun. Sampai kapanpun kita selalu jadi teman yang baik,” kata Bella.

Meski kelihatan tegar, padahal Bella seseorang yang rapuh loh. Buktinya, beberapa kali ia berharap kejadian ini cepat dilupakan semua orang dan keadaan kembali normal lagi. "Aku sih mendengarnya tutup telinga aja, aku cuma bisa berdoa pemberitaan aku cepat selesai karena aku sudah cukup capek dengan pekerjaan dan memikirkan pemberitaan itu," tandasnya.

Tapi bukan Bella kalau nggak punya kerjaan yang bisa bikin dia lupa dengan problem hidupnya. Makanya belakangan Bella terlihat sibuk syuting untuk Sinetron Cinta Bunga dan persiapan butik barunya.

NIDJI need uP ur heLp!!!

June 13th, 2008 by not-larasati

NidjiGuys! Nidji lagi butuh bantuan kalian, nih. kabarnya Nidji lagi kesulitan untuk menjual album terbaru mereka Top-Up. Menurut mereka, itu karena kita-kita suka banget beli bajakan yang bikin album Nidji nggak dapat penghargaan platinum.

"Industri musik di Indonesia sebenarnya lagi collapse," kata vokalis Nidji, Giring Ganesha Jumaryo. Giring sendiri merasa bingung melihat banyaknya grup band baru. Padahal mereka tahu banget kalau hasil karyanya bakalan dibajak.

Makanya tahun ini Nidji lagi genjar banget menggaungkan buat Nidjiholic yakni untuk tidak membeli CD bajakan, tidak men-dowload lagu-lagu Nidji dari internet, dan jangan berbagi lagu menggunakan fasilitas bluetooth di telepon selular.

Sementara itu, Rama sang gitaris, mengakui pernah memanfaatkan fasilitas internet terkait dengan lagu. "Download secara gratis itu ternyata salah," ujarnya.

Sony Ericsson W910i sHaKe ur music!!!

June 13th, 2008 by not-larasati

Sew910iBuat ngedengerin musik, Sony Ericsson nggak mau lagi nih pakai cara kuno dengan nge-klik tuts kecil yang kadang bikin kita jadi repot. Just Shake ur Phone, dan kamu bisa merasakan sensasi bermusik dalam genggaman yang paling praktis untuk saat ini.

Shake It Baby
Dengan menyentak ponsel W910i Anda ke depan dan ke belakang, Anda dapat melompati pilihan lagu secara acak. Ponsel ini juga memberikan dimensi baru dalam mobile gaming. Jika Anda bosan menggunakan tombol games, Anda dapat menggerakan ponsel W910i dari kiri ke kanan untuk melakukan sebuah gerakan.

Sense Me
Fitur ngasih kamu playlist untuk lagu-lagu yang kadang bikin kamu bingung mencarinya. Tracks pada W910i dibuat dalam bentuk visual yang unik dengan menunjukkan masing-masing lagu dalam bentuk titik-titik matriks yang penempatannya sesuai dengan tempo dan gaya.

Dengan kapasitas hingga 900 lagu dalam ponsel W910i Anda (Memory Stick Micro™ 2 GB sudah tersedia), Anda akan dapat menikmati lagu favorit sepuasnya. Pasangkan dengan Stereo Bluetooth™ Headset HBH-DS220 dan dengarkan kualitas suara yang jernih dan bening langsung dari ponsel Anda.

Jurang Pemisah!!!

June 13th, 2008 by not-larasati

Jp“Rey… gue minta lo jangan deket-deket sama Ami, gue kasihan sama lo, lo bakal abis diperas. Semua orang di perumahan dendam sama orang komplek…”

Rey bangun pagi-pagi sekali, ini hari minggu pertama mereka tinggal di rumah baru sejak Papa memesan rumah ini dua tahun yang lalu dengan cara nyicil, sekarang baru kelar dibangun sama developer-nya. Katanya sih, pembebasan di daerah ini alot, hampir setiap hari ada keributan antara pengembang sama penduduk setempat, bahkan ada yang tewas segala karena perkelahian dengan senjata tajam antara kedua kubu.
“Nin, bangun Nin, bangun!” teriak Rey di depan kamar adiknya, dia udah siap dengan pakaian olahraga.
“Nina… ini kan hari minggu, bangunlah Nin!” ujar Mama pula, yang lagi motong-motong roti.
Tanpa menunggu Nina adiknya bangun, Rey berlari ke garasi, dia mengambil sepeda tandem-nya. “Nina!” teriak Rey sekali lagi dari luar.
Udara pagi terasa sejuk, Rey meluncur sendirian di bawah pohon-pohon peneduh jalan utama di depan rumahnya yang bersih dan segar, berbeda dengan rumah Rey yang dulu, walau rumah mereka tidak kecil, tapi daerahnya sudah padat banget dengan penghuni, jadi udara nggak segar lagi.
Sampai di lapangan komplek perumahan, ternyata banyak bapak-bapak, ibu-ibu, juga pemuda-pemuda sebayanya, lagi siap bermain bola voli. Rey mengayuh sepedanya mengitari lapangan. Baru setengah lapangan dia mengayuh, tiba-tiba seorang cewek menghadang laju sepedanya.
Cewek itu tersenyum, Rey melihat di pinggir jalan di samping warung rokok ada teman-temannya berkelompok. Rey terpaksa menghentikan sepedanya di depan cewek itu.
“Wah, asyik banget naek sepeda sendirian, gue ikut dong,” ujar cewek itu, tampangnya cakep juga, kulitnya hitam manis, model pakaiannya army look, gagah, tapi matanya keliatan ngantuk abis begadang. Rey salah tingkah.“Kamu anak baru ya disini?” tanya cewek itu, Rey tersenyum.
“Iya, kenalkan, namaku Reynaldi, panggil saja Rey,” dengan ramah Rey mengulurkan tangannya, cewek itu menyambut sambil tersenyum. Tangan cewek itu terasa hangat di rasakan Rey, dan… melihat senyum cewek itu yang memikat, membuat detak jantung Rey tak beraturan.
“Gue Ami… dan ini temen-temen gue semua. Sandra, Ertin, James, Kemal, Ronron, Ipank….” Sekelompok cowok cewek yang tadi nongkrong di samping warung mendekati Rey, mereka mengulurkan tangan satu persatu.
“Sebagian dari kami anak komplek juga, tapi kebanyakan dari kampung sebelah yang kegusur paksa,” cewek yang mengaku bernama Ami itu tertawa lebar, menampakkan gigi-giginya yang putih teratur.
“Gue di Taman Flamboyan 7 No. 14, yang di depannya ada Wartel,” tunjuk Rey ke arah rumahnya.
“O… anak orang kaya dong. Kapan-kapan boleh dong kita maen-maen,” canda Ami sambil melirik penuh arti kepada Rey.
“Boleh aja, kebetulan di sini gue belum punya teman.”
Ami kembali tersenyum, Rey merasakan dadanya kembali tak karuan melihat senyum Ami.
“Eh, gue boleh pinjem sepeda kamu sebentar nggak?” pinta Ami tiba-tiba.
“Boleh, kenapa nggak,” jawab Rey buru-buru, lalu turun dari sepedanya.
“Mau ke mana lu An?” tanya cowok yang bernama Kemal.
“Ke rumah sebentar, cuci muka sama beli body splash ke minimarket, tampang gue rasanya nggak enak banget nih.”
“Gue ikut, gue mo tuker kaos, gerah gue!” teriak Kemal yang sebelah kupingnya pake anting-anting.
“Nggak ah, gue cuma sebentar kok, nggak boleh orang senang lu!” ketus Ami cuek, lalu dia menaiki sepeda tandem Rey yang dibelakang bisa untuk satu orang lagi, pelan-pelan segera dikayuhnya sepeda itu. “Daaaagg,” katanya genit kepada teman-temannya.
Rey pun lalu bergabung sama teman-teman Amy.
***
Sudah lebih satu jam, tapi cewek manis bernama Ami yang tadi meminjam sepedanya belum juga kembali. Rey mulai nggak enak, apalagi beberapa teman Ami juga udah pada pulang. Cuma satu yang tinggal, Kemal, Kemal terus mengajak Rey ngobrol apa saja, ujung-ujungnya Rey bosan, obrolan Kemal nggak jauh dari urusan anak-anak nongkrong.
“Kok Ami lama benget ya?” akhirnya Rey tak sabar juga.
“Iya ya, kemana tuh anak,” ketus Kemal juga.
Nggak lama kemudian, Kemal tanpa basa-basi kepada Rey meninggalkan pojokan warung.
Wah, semua udah pada pulang, gimana nih? Ketus Rey dalam hati.
“Mal, Kemal,” panggil Rey.
“Ya, kenapa. Gue pulang dulu ya, sorry nih.”
“Rumahnya Ami di mana?”
“Santai aja dulu disini, sebentar lagi dia juga datang,” tegas Kemal lalu dia mempercepat langkahnya.
Tinggal Rey sendirian, terus ditunggunya Ami, tapi sudah dua jam berlalu, batang hidung cewek itu nggak nongol-nongol juga. Rey merasa dikerjai, dia ingin marah, akhirnya Rey pulang dengan kecewa. Tapi sore nanti pulang sekolah, Rey akan balik lagi menunggu Ami.Sore hari, Rey sudah ada di lapangan, dilihatnya Kemal sudah ada di warung rokok.
“Mal, anterin aku ke rumah Ami ya,” pinta Rey, dia tak mau menunggu terus-terusan kayak orang bego.
Kemal memandang wajah Rey sebentar. “Yuk deh, gue jadi sebel sama anak itu. Dia memang suka cari perhatian, banyak tingkah,” sungut Kemal.
Setelah berjalan beberapa ratus meter keluar komplek, mereka sampai di perumahan kampung.
“Itu rumahnya,” tunjuk Kemal ke salah satu rumah sederhana.
Rey langsung berdebar nggak karuan, belum sampai mereka berdua mengetuk pintu rumah, Ami keluar sambil tersenyum cengengesan tanpa rasa bersalah.
“Kita duduk di luar aja ya, di dalam gerah, rumah gue nggak ber-AC kayak orang-orang di komplek,” katanya, ntah apa maksud ucapannya itu.
“Rey nanyain sepedanya yang lu pinjem tadi pagi, jangan pura-pura lu, Mi,” ketus Kemal.
Ami kembali tersenyum. “Sorry ya Rey. Tadi gue emang mo balik ke lapangan abis gue selesai rapi-rapi, sepedanya tiba-tiba dibawa adek gue nggak tau kemana. Sampe sekarang dia belum juga pulang-pulang.”
Rey mulanya keki juga, tapi sebaliknya Ami memberikan senyumnya yang paling indah untuk Rey, Rey jadi terus berdebar dan salah tingkah menatap wajah Ami.
“Sorry ya Rey.”
Rey mencoba tersenyum. “Nggak apa-apa kok Mi, soalnya kamu nggak bilang-bilang dulu sih kalau nggak balik ke lapangan….”
“Sorry deh sekali lagi, maaf ya….”
“Kalau begitu… sepeda itu buat adek kamu aja deh,” ujar Rey dengan sungguh-sungguh.
“Doo, segitu aja marah….”
“Bukan marah, serius kok.”
Mata Ami membola. “Serius untuk adik gue?”
“Iya, emang kenapa?”
“Nggak percaya gue, masa sih?”
“Eh, mestinya lo berterimakasih, bukannya ‘nggak percaya gue’, ‘Masa sih, masa sih’ terus,” ketus Kemal.
Ami tertawa dan mencubit tangan Kemal.
“Adik gue pasti seneng banget, soalnya mereka berdua udah lama minta dibeliin sepeda, tapi nggak pernah dibeliian sama Bokap karena nggak ada duit. Sekali-sekali gue juga bisa make tuh sepeda, ‘kan bisa dinaiki dua orang ya kan Rey. Tapi naeknya berdua kamu.”
“Iya, Iya,” jawab Rey kikuk, Kemal tampak mencibir ke arah Ami. Akhirnya Rey duduk ngobrol-ngobrol bertiga bareng Kemal dan Ami.
***
Sudah dua hari ini, di rumah, di sekolah, wajah Ami terus terbayang di pelupuk mata Rey, Rey kangen sama Ami, tapi bagaimana caranya, di rumah Ami kata dia kemaren, kabel telpon yang tersambung ke perumahan kampung sudah diputus sama pengembang komplek perumahan. Para pengembang juga katanya masih memburu beberapa tanah di perkampungan dengan ganti rugi yang tidak memadai. Ami juga nggak punya handphone. Aduh, gimana nih, Rey serba salah. Satu satunya jalan agar bisa komunikasi dengan Ami tentu saja kalau Ami yang telpon.Tiba tiba telpon berdering. Rey berharap itu dari Ami. Ya Tuhan… please semoga itu Ami….
“Kak Rey, telpon!”
“Dari siapa?” tanya Rey berteriak.
“Dari cewek!” teriak Nina yang menerima telpon itu. Rey cepat bergegas ke meja telpon.
“Hallo, siapa nih?”
“Hallo… ini Rey, ya?”
“Iya, kamu Ami ya, bener, ini gue Rey….” Lalu mereka berdua tertawa di telpon.
“Eh… Ami, kamu di mana?”
“Di Wartel. Rey kamu lagi ngapain, sibuk ya?”
”Nggak juga, cuma ada sedikit tugas,” jawab Rey berdebar.
“Temuin gue dong Rey, gue pengen banget ketemu kamu sekarang!”
“Kebetulan belum terlalu malam, oke deh, kamu sekarang di mana?”
“Di Ceria Mart, nggak jauh kan dari komplek.”
“Oke oke, nggak jauh kok. Tunggu ya, aku pasti ke sana, tapi aku nggak bisa lama-lama.”
“Ketemu sebentar juga nggak apa apa, Rey. Gue kangen. Sampai ketemu ya, Rey….”
“Ya sampai ketemu.” Rey lalu meletakkan gagang telpon itu. “Yesss!” teriaknya senang, sampai Nina yang melihat terheran-heran.
Begitu melihat kedatangan Rey, Ami segera menggandeng tangan Rey ke sudut wartel. “Rey, gue seneng banget punya temen kayak kamu, kamu orang yang menepati janji, lagian kamu baik, keren dan… bokap kamu pasti tajir,” ujar Ami sambil memamerkan senyum indahnya.
“Ah, biasa aja Mi. Orang tuaku nggak kaya kok,” Rey balas tersenyum, dirasakannya tangan Ami yang lembut meremas-remas jari-jemari tangannya.
“Ikut nongkrong di sini ya Rey,” pinta Ami. “Di sini banyak kafe yang buka sampe tengah malam.”
“Mm… gue belum bilang sama nyokap, tadi dia lagi pergi sama bokap, ini kan waktunya belajar, Mi. Lagian ini kan bukan malam minggu.”
Ami tiba-tiba ketawa lebar.
“Gue juga sekolah Rey, emangnya cuma kamu. Belajar kan bisa kapan aja Rey,” lanjutnya masih terus tertawa.
“Gue mau nongkrong sampe tengah malam sama kamu, Mi. Tapi sekarang kayaknya gue nggak bisa, nyokap-bokap gue galak banget, daripada gue nggak bisa keluar malam Minggu besok, lebih baik gue nurut. Sebentar lagi gue pulang. Kayaknya tadi gue ngeliat Kemal sama Ipank deh.”
“Hh, Mereka sih gak bisa diharapkan Rey.”
“Maksud kamu…?”
“Kalau gitu, gini aja deh Rey… sorry ya, sorry banget. Gue pake duit kamu dulu deh, berapa aja.”
Rey serba salah.
“Gimana Rey, sorry lho, terus aku pulang aja deh kayaknya, males nongkrong sama anak-anak, bosen! Kalau sama kamu sih nggak apa-apa….”
“Nah, bagus itu, lebih baik kamu di rumah aja, belajar.”
“Tapi Rey, bolehkan, minjem deh, minjem. Terus antarin aku pulang ya.”“Oke, tenang aja, gak masalah soal duit.”
Rey segera mengeluarkan dompetnya, diambilnya dua lembar limapuluh ribuan dan mengulurkannya ke tangan Ami. Ami terbelalak tak percaya menerima uang itu. “Makasih ya Rey, gue jadi nggak enak nih.”
“Nggak apa apa kok, tapi kita pesan minuman di kafe tenda aja yuk, abis itu baru pulang.”
“Oke Rey, yuk!” balas Ami senang, dan mereka berdua bergandengan tangan berjalan menuju kafe tenda.
***
Rey kaget, tiba tiba saja dia dihadang oleh Kemal di pertigaan tak jauh dari rumahnya, beberapa teman Kemal, salah satunya si gondrong Ipank, mengawasi dari atas motor.
“Rey… gue minta lo jangan deket-deket sama Ami, gue kasihan sama lo, lo bakal abis diperas. Semua orang di perumahan dendam sama orang komplek gara-gara urusan ganti rugi tanah yang belum selesai sampai sekarang, termasuk Ami. Lo jangan kira Ami jatuh cinta sama lo, Ami itu cewek gue.” Kemal menunjuk-nunjuk jidat Rey.
“Apa urusannya sama orang komplek, ganti rugi itu kan urusannya pengembang,” bantah Rey.
“Karena bos-bos pengembang banyak yang tinggal di komplek. Mereka merampok tanah kami.”
Rey jadi serba salah.
“Lagian kalo lo deket sama Ami, gue semua bakal ngancurin lo. Ingat itu! Denger! Lo bakal bisa mampus!” Kemal lalu berbalik dan buru-buru naik ke boncengan motor Ipank. Dengan suara gas yang sengaja diraung-raungkan mereka tancap gas.
Rey hanya bisa kesal memperhatikan ulah mereka.
***
“Bohong itu Rey, gue nggak ikut-ikutan dendam, gue kan cewek, bisanya apa. Waktu gue minta duit, gue dipaksa Kemal. Sekarang, demi Tuhan gue nggak bakal nongkrong lagi sama anak anak itu, Rey. Gue nggak mau kehilangan kamu, Rey. Lagian Kemal itu bukan cowok gue, dia yang ngaku ke mana-mana kalau dia cowok gue, ngancam siapa aja yang deket sama gue. Emangnya gue anak dia apa?!” Ami terisak.
Rey terkejut dengan keterus-terangan dan perubahan sikap Ami yang drastis.
“Maafin gue Rey, suwer, setelah kenal elo gue nggak akan gabung lagi sama anak-anak. Mereka nggak ada yang beres Rey, selama ini gue terpaksa gabung sama mereka.”
“Ya udah, jangan nangis dong, ntar ayah-ibu kamu curiga sama aku.”
“Mudah mudahan Kemal nggak nyamperin ke sini, kamu jangan pulang dulu ya Rey. Dia beraninya kalau ada Ipank, James, kalau sendiri dia pasti nggak berani.”
“Iya, mudah-mudahan dia nggak nyemperin ke sini.”
Menit demi menit mereka diliputi kecemasan, tapi Rey kemudian mencoba rileks dan bisa ngajak ngobrol Ami tentang apa saja, hingga tanpa terasa sudah pukul sepuluh malam. Rey berpamitan dan menyuruh Ami untuk tenang dan sabar. Tapi alangkah kagetnya Rey ketika dilihatnya Honda Tiger 2000-nya nggak ada di depan rumah Ami. Wajah Rey seketika memucat. “Ke mana motor gue, Mi?” Rey panik.Ami juga tampak tak kalah kaget.
“Pasti ada yang mencurinya, Rey. Kamu harus cepat lapor ke bokap kamu, Rey. Terus ke polisi!” usul Ami dan mulai menangis.
“Oke deh Mi, aku tinggal dulu ya!”
Rey berlari meninggalkan rumah Ami.
“Hati-hati Rey!” teriak Ami.
Rey tak menjawab dan terus berlari.
Dengan tubuh berkeringat Rey sampai di rumah. Papa yang mendengar kabar motor Rey hilang segera menelepon polisi, setelah polisi datang, papa juga mengajak pak er-te ke rumah Ami.
“Perkampungan di belakang komplek kita ini memang agak rawan pak. Rata-rata orang di situ banyak yang nganggur, pemuda pemudanya tukang mabuk dan begadang. Dulu, tanah mereka luas, tapi dipaksa sama kontraktor perumahan untuk menerima ganti rugi yang tak sesuai. Tentu saja banyak penduduk yang dendam dan iri hati sampai sekarang. Dulu sering ribut sampai ada yang tewas, sekarang pun kedua kubu masih bersiteru.”
Rey yang mendengar pembicaraan itu hanya diam. Papa memang bisa segera membelikannya motor baru atau bahkan mobil. Kasihan Ami, pikir Rey. Ami sebenarnya cewek baik-baik, dia cuma terpengaruh teman-temannya yang brengsek itu.
Sampai di rumah Ami, kedua orang tuanya tampak bingung ditanyai polisi, Ami sendiri menangis sesenggukan, melihat Ami menangis, Rey sungguh kasihan melihatnya dan yakin itu bukan dibuat-buat. Setelah polisi selesai menginvestigasi semuanya termasuk menanyai Ami dan Rey sendiri. Rey, papanya, polisi, dan pak er-te minta pamit, tapi polisi berkesimpulan, yang mencuri motor Rey adalah Kemal dan geng-nya. Dan untuk meringkus pemuda pemuda sebaya Rey itu bukan masalah bagi polisi.
Sampai di rumah, Rey termenung sendiri, papa dan mamanya mengultimatum agar Rey jangan berhubungan dengan Ami lagi, dan siapa pun di perumahan kampung itu. Rey diam saja, tapi pikirannya terus melayang ke rumah Ami.
“Gue cinta sama kamu Ami, gue yakin kamu cewek baik-baik. Gue kasihan kalau kamu terus tinggal di perumahan itu. Gue sayang sama kamu Ami. Gue jatuh cinta, dan nggak mungkin benci sama kamu. Rey merasa Hatinya sudah melayang, walaupun mungkin masih akan banyak lagi yang hilang.”
Tapi Rey tak mau kehilangan Ami. Itulah yang pasti.
Walau jurang pemisah terlalu dalam.

pertumbuhan ekonomi Asia terpangkas

March 16th, 2008 by not-larasati

SINGAPURA- awal tahun ini ditandai dengan situasi perekonomian bertolak belakang di Asia Di satu sis pundi-pundi kekeyaan negara-negara teluk terus menggelembung akibat melesatnya harga minyak di bawah permukaan tanah wilayah mreka. mlemahnya perekonomian global membuat pemerintah negara kota itu merevi target pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 4,5 sampai 6,5 persen menjadi 4,6 persen ini rekor terrendah. tahun lalau pertumbuhan ekonomi singpura mencapai 7,7 persen dan 8,2 persen pada 2006 tertkannya pertumbuhan ekonomi iu tak lepas dari tonjakan inflasi pada januari 2008 yang mencapai 6,6 %. tertinggi dalam rentng 26 tahun terakhir.